Ginseng merah merupakan salah satu jenis obat tradisional Tiongkok yang termasuk dalam ordo Apiaceae dan Araliaceae. Ginseng merah adalah produk ginseng yang dimasak. Ini memiliki efek memulihkan vitalitas, meremajakan denyut nadi, memperkuat denyut nadi, dan mengisi kembali qi dan darah. Cara pengolahan ginseng merah adalah dengan membuat ginseng melalui proses perendaman, pembersihan, penyortiran, pengukusan, pengeringan, penjemuran dan proses lainnya. Panjang 8 hingga 18 cm. Permukaannya berwarna merah kecoklatan, bening, kerutan membujur besar, pola cincin tidak jelas, bekas cabang dan akar, rimpang bagian atas berwarna kuning tanah, dan di bagian atas terdapat mangkuk buluh yang biasa disebut “kepala lampu minyak”. Ciri-ciri produk ini: teksturnya keras, berat dan renyah, harum dan rasanya agak pahit. Ginseng merah digunakan untuk kelemahan fisik, anggota badan dingin dan denyut nadi lemah, ketidakmampuan menyerap darah, metroragia, gagal jantung, dan syok kardiogenik.

Sifat dan rasa Distribusi meridian: Sifatnya hangat, rasanya manis dan sedikit pahit. Kembali ke meridian limpa, meridian paru-paru, meridian jantung, dan meridian ginjal.
Khasiat dan efek Memperkuat vitalitas, mengembalikan denyut nadi dan memperkuat sirkulasi, mengisi kembali qi dan menyerap darah. Ini adalah obat penguat qi yang diklasifikasikan dalam kategori obat tonik.
Aplikasi Klinis Dosis: 3 hingga 9 gram, rebus dan minum secara terpisah. Hal ini banyak digunakan untuk kelemahan fisik, anggota badan dingin, denyut nadi lemah, ketidakmampuan menyerap darah, metroragia dan pendarahan.
Kontraindikasi Tidak boleh digunakan bersamaan dengan Veratrum dan Wulingzhi. Penderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi sebaiknya meminumnya di bawah bimbingan dokter sebelum meminumnya. Ginseng merah juga tidak cocok untuk remaja dalam masa tumbuh kembang, karena dapat menyebabkan pubertas dini.
Penggunaan sehari-hari
Ada banyak kegunaan ginseng merah sehari-hari. Anda bisa mengirisnya menjadi beberapa bagian dan menahannya di mulut beberapa saat sebelum mengunyahnya, membuat teh, menggilingnya menjadi bubuk dan menelannya. Ini juga bisa digunakan dalam rebusan dan rebusan. Mengunyah adalah cara paling sederhana untuk mengonsumsinya. Potong ginseng merah menjadi irisan tipis, ambil 2-3 irisan sekitar 3 gram dan tahan di mulut sebentar. Kunyah dan telan dengan hati-hati saat air liur di mulut Anda banyak. Atau Anda bisa membuat teh dan meminumnya. Potong ginseng merah menjadi irisan tipis, masukkan 2-3 gram ke dalam mangkuk atau cangkir, tambahkan air mendidih hingga seduh, tutup selama 5 menit lalu ambil. Setelah diulang beberapa kali, kunyah irisan ginseng tersebut dan telan. Saat menggiling untuk digunakan, giling ginseng menjadi bubuk halus dan telan setiap hari. Jumlah ginseng merah yang digunakan dalam metode ini lebih sedikit, tergantung kondisi fisik individu, umumnya 1-1,5 gram setiap kali sudah cukup.
Rebus ginseng merah dalam air. Bungkus dengan kain lembab sebelum direbus. Setelah potongan ginseng melunak, potong tipis-tipis. Ambil 3-5 gram dan masukkan ke dalam mangkuk porselen. Tambahkan setengah mangkuk air dan didihkan dalam air selama 30 menit. Setelah meminum supnya, Anda bisa merebus irisan ginseng dua kali lagi dan meminumnya. Untuk menghindari pemborosan, makanlah sup dan sisanya bersama-sama. Perlu diperhatikan bahwa setelah jus ginseng direbus, jangan buru-buru membuka tutupnya. Tunggu hingga dingin secara alami dan minumlah saat sudah agak dingin. Ginseng merah seringkali disertai rasa pahit saat dimakan. Jika ingin rasa yang lebih enak, Anda bisa merebus ginseng dengan daging babi tanpa lemak, ayam, ikan, dll, yang tidak hanya menyehatkan dan menguatkan tubuh, tetapi juga menghilangkan rasa pahit. Namun, waktunya tidak boleh terlalu lama setelah penambahan ginseng.

