Maca (nama ilmiah: Lepidium meyenii Walp.), bahasa Spanyol: Maca, adalah tanaman silangan asli Amerika Selatan. Daunnya yang lonjong dan rimpangnya yang mirip lobak menjadikannya makanan alami yang kaya nutrisi, sehingga dijuluki “ginseng Amerika Selatan”. Hipokotil maca bisa berwarna keemasan, kuning pucat, merah, ungu, biru, hitam, atau hijau. Akarnya yang berwarna kuning pucat lebih umum dan memiliki bentuk serta rasa yang lezat.
Maca kaya nutrisi dan memiliki khasiat yang menyehatkan dan menguatkan. Tanaman ini berasal dari daerah pegunungan tinggi dan tumbuh subur di daerah dengan ketinggian tinggi, lintang rendah, fluktuasi suhu harian yang tinggi, tanah berpasir yang sedikit asam, dan sinar matahari yang melimpah. Maca ditemukan di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan dibudidayakan di Peru bagian tengah dan selatan, serta di Yunnan dan Xinjiang, Tiongkok, di mana terdapat lahan yang luas dan cocok untuk ditanami.

Nilai Utama
Nutrisi: Pada tahun 1994, ilmuwan Italia Dini A secara sistematis menyimpulkan komposisi kimia akar maca kering: kandungan protein melebihi 10% (varietas yang ditanam di dekat Danau Junín mengandung lebih dari 14%), karbohidrat 59%, dan serat 8,5%. Akar maca kaya akan mineral seperti seng, kalsium, besi, titanium, rubidium, kalium, natrium, tembaga, mangan, magnesium, strontium, fosfor, dan yodium, serta mengandung vitamin C, B1, B2, B6, A, E, B12, dan B5.
Lemaknya rendah, tetapi sebagian besar merupakan asam lemak tak jenuh, dengan asam linoleat dan linolenat mencapai lebih dari 53%. Bahan aktif alami meliputi alkaloid, glukosinolat dan produk dekomposisinya, benzil isothiosianat, sterol, dan polifenol. Pada tahun 1999, ilmuwan Amerika menemukan dua kelas baru senyawa tanaman aktif dalam maca: macamida dan makaena. Mereka menemukan bahwa kedua zat ini berperan dalam menyeimbangkan sekresi hormon manusia, sehingga maca disebut sebagai mesin hormon alami.
Dalam penelitian yang ditargetkan pada produk maca, beberapa alkaloid maca khusus ditemukan. Seiring penelitian yang mendalam, lebih banyak zat aktif baru akan diisolasi dan diidentifikasi dalam maca.

